Translate

Rabu, 10 Oktober 2012

rencana berlibur ke YOGYAKARTA? berikut agenda nya


·         tari klasik ramayana ballet purawisata macapat
26 Oktober 2012
GREBEG BESAR
Kategori
:
Budaya
Waktu
:
pukul 08.00 - 11.00 WIB
Tempat
:
KRATON YOGYAKARTA dan Masjid Agung Kauman
Deskripsi
:
Gerebeg Besar merupakan upacara adat yang dilangsungkan untuk merayakan Idul Adha. Dalam acara ini pihak keraton akan memberikan sedekah kepada rakyat berupa gunungan yang diarak dari Kompleks Keraton menuju Masjid Agung Kauman, kemudian diperebutkan oleh masyarakat.
Tiket
:
Gratis
·         Oktober 2012
JOGJA JAVA CARNIVAL
Kategori
:
Seni, Budaya, Keluarga, Hiburan
Waktu
:
19.00 WIB - selesai
Tempat
:
Taman Parkir Abu Bakar Ali - Jalan MALIOBORO - Titik Nol - Alun-alun Utara
Deskripsi
:
Jogja Java Carnival merupakan karnaval malam hari yang dilaksanakan sebagai puncak acara sekaligus penutup rangkaian perayaan hari ulang tahun Kota Yogyakarta. Dalam karnaval ini akan ditampilkan aneka vehicle dengan tema tertentu yang dihiasi tata lampu dan tata suara yang megah. Titik keberangakatan peserta karnaval dari taman Parkir Abu Bakar Ali dan berakhir di Alun-alun Utara. Sebagai acara pamungkas akan ada pesta kembang api.
Website: www.jogjajavacarnival.com
Tiket
:
Gratis
Acara Reguler
·         Setiap malam
PERMAINAN MASANGIN
Kategori
:
Keluarga, Kehidupan Malam
Waktu
:
pukul 19.00 WIB - selesai
Tempat
:
Alun Alun Kidul (selatan) KRATON YOGYAKARTA, Indonesia
Deskripsi
:
Cobalah berjalan dengan mata tertutup untuk memasuki ruang di antara dua pohon beringin yang ada di Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta. Bila beruntung maka Anda bisa melewati kedua beringin itu dengan lancar, namun tak jarang orang melenceng jauh sehingga mengundang tawa. Biar lebih seru ajaklah teman Anda untuk melakukan hal yang sama, dan bandingkan hasilnya.
Tiket
:
Gratis
:
·         2, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 13, 16, 18, 20, 23, 25, 27, 30 Oktober 2012
SENDRATARI RAMAYANA BALLET - PRAMBANAN
Kategori
:
Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga, Kehidupan Malam
Waktu
:
pukul 19.30 - 21.30 WIB
Tempat
:
Outdoor Theater / Panggung Terbuka
Taman Wisata CANDI PRAMBANAN
Jalan Raya Yogya - Solo km 16 Prambanan, Yogyakarta, Indonesia
Phone: (0274) 496 408
Deskripsi
:
Sendratari Ramayana dipentaskan di tempat kisah itu dipahat seribu tahun silam: Candi Prambanan. Pertunjukan ini mampu menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung dan satu momentum untuk menyuguhkan kisah Ramayana yang dirangkum dalam 4 babak: penculikan Sinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna atau Rahwana, dan pertemuan kembali Rama-Sinta. www.yogyes.com/ramayana-ballet
Tiket
:
Rp 100.000 - Rp 300.000
CP / EO
:
(0274) 496 408
·         Setiap malam
SENDRATARI RAMAYANA BALLET - PURAWISATA
Kategori
:
Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga, Kehidupan Malam
Waktu
:
pukul 20.00 - 21.30 WIB
Tempat
:
Purawisata
Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta, Indonesia
Phone: (0274) 375 705
Deskripsi
:
Ramayana Ballet adalah seni pertunjukan yang cantik, mengagumkan dan sulit tertandingi. Pertunjukan ini mampu menyatukan ragam kesenian Jawa berupa tari, drama dan musik dalam satu panggung dan satu momentum untuk menyuguhkan kisah Ramayana yang dirangkum dalam 4 babak: penculikan Sinta, misi Anoman ke Alengka, kematian Kumbakarna atau Rahwana, dan pertemuan kembali Rama-Sinta. Pertunjukan Ramayana Ballet di Purowisata telah memecahkan rekor 25 tahun pementasan tanpa henti sehingga mendapat penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia). www.yogyes.com/ramayana-ballet-purawisata/
Tiket
:
Rp 140.000 (pertunjukan saja) ….Rp 250.000 (pertunjukan + makan malam)
CP / EO
:
(0274) 375 705
·         Setiap malam
PAGELARAN MUSIK DANGDUT
Kategori
:
Seni, Hiburan, Kehidupan Malam
Waktu
:
pukul 20.30 - 23.00 WIB
Tempat
:
Purawisata
Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta, Indonesia Phone: (0274) 375 705
Deskripsi
:
Dangdut adalah genre musik yang sangat populer di Indonesia dan merupakan hasil perpaduan dari musik tradisional Arab, India, dan Melayu. Daya tarik pertunjukan musik dangdut adalah pada irama musiknya yang menghibur, kecantikan penyanyinya, dan terutama joget / gerakan penyanyinya mengikuti irama lagu. Purawisata menampilkan Orkes Melayu dan penyanyi yang berbeda setiap malam.
Tiket
:
Rp 8.000 (hari biasa)…..Rp 10.000 (malam minggu)
CP / EO
:
(0274) 375 705
·         Setiap malam
PAGELARAN WAYANG KULIT DENGAN LAKON RAMAYANA
Kategori
:
Seni, Budaya, Hiburan, Kehidupan Malam
Waktu
:
pukul 20.00 - 22.00 WIB
Tempat
:
MUSEUM SONOBUDOYO Jl. Trikora 6 Yogyakarta, Indonesia Phone: (0274) 418 330
Deskripsi
:
Wayang kulit adalah mahakarya seni pertunjukan Jawa yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO. Seorang dalang memainkan wayang yang terbuat dari kulit kerbau di balik layar yang terbuat dari kain putih, sehingga para penonton hanya dapat melihat bayangannya saja. Itulah sebabnya pertunjukan ini dinamakan wayang, yang berasal dari kata "bayang". Daya tarik pertunjukan wayang kulit terletak pada kelincahan ki dalang memainkan berbagai tokoh wayang sekaligus dengan gerakan yang atraktif, mengubah karakter suara, berganti intonasi, melontarkan guyonan dan bahkan bernyanyi.
www.yogyes.com/wayang-kulit-show
Tiket
:
Rp 20.000
CP / EO
:
(0274) 418 330
·         Setiap hari Minggu
PAGELARAN WAYANG ORANG
Kategori
:
Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga
Waktu
:
pukul 11.00 - 12.00 WIB
Tempat
:
KRATON YOGYAKARTA, Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia
Phone: (0274) 373 721
Deskripsi
:
Wayang orang adalah seni teater tradisional Jawa yang memadukan unsur drama, tari, dan musik. Aktor dalam pertunjukan ini berdandan menyerupai tokoh wayang kulit yang diperankannya. Cerita dalam pertunjukan wayang orang selalu mengambil tema dari kisah Mahabharata atau Ramayana.
Tiket
:
Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
CP / EO
:
(0274) 373 721
·         Setiap Minggu awal bulan
PAGELARAN KETOPRAK
Kategori
:
Seni, Budaya, Hiburan, Kehidupan Malam
Waktu
:
pukul 20.00 - 24.00 WIB
Tempat
:
Auditorium RRI Jl. Affandi / Jl. Gejayan, Yogyakarta, Indonesia Phone: (0274) 512 783
Deskripsi
:
Ketoprak adalah seni teater tradisional Jawa. Mirip dengan Wayang Orang, ketoprak menyajikan sandiwara yang diselingi dengan lagu-lagu Jawa dan musik gamelan. Perbedaannya, pertunjukan Ketoprak tidak mengambil tema cerita dari kisah Mahabharata atau Ramayana melainkan dari legenda ataupun cerita bebas lainnya.
Tiket
:
Rp 5.000
CP / EO
:
(0274) 512 783
·         Setiap Senin
JAZZ MBEN SENEN
Kategori
:
Seni, Kehidupan Malam, Hiburan
Waktu
:
pukul 20.30 WIB - selesai
Tempat
:
BENTARA BUDAYA YOGYAKARTA (BBY) Jl. Suroto 2 Kotabaru, Yogyakarta, Indonesia Phone: (0274) 560 404
Deskripsi
:
Jazz Mben Senen merupakan ajang berkumpul para musisi, pecinta, serta penikmat musik jazz di Yogyakarta. Dalam acara ini akan ada pertunjukan musik jazz oleh musisi yang hadir atau siapapun yang tertarik untuk nge-jam bareng. Jazz Mben Senen tidak hanya bertujuan sebagai arena kumpul-kumpul dan melatih mental para musisi muda, namun juga sebagai langkah untuk lebih mendekatkan musik jazz kepada masyarakat.
Tiket
:
Gratis
CP / EO
:
0856 9178 2078 (Gilang Adiyaksa)0813 2700 5127 (Harley Yoga)
0818 0264 7007 (Gian Afrisando)
·         Setiap Senin dan Selasa
PAGELARAN KARAWITAN
Kategori
:
Seni, Budaya, Hiburan
Waktu
:
pukul 10.00 - 12.00 WIB
Tempat
:
KRATON YOGYAKARTA Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia Phone: (0274) 373 721
Deskripsi
:
Pertunjukan gabungan dari alunan musik gamelan dan menyanyi. Karawitan berasal dari bahasa Sansekerta "rawit" yang berarti halus. Menyaksikan pertunjukkan ini dapat diibaratkan menghirup nilai - nilai ideal musik Jawa tepat di tempatnya, Keraton Yogyakarta.
Tiket
:
Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
CP / EO
:
(0274) 373 721
·         Setiap Rabu
PAGELARAN WAYANG GOLEK
Kategori
:
Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga
Waktu
:
pukul 10.00 - 12.00 WIB
Tempat
:
KRATON YOGYAKARTA Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia Phone: (0274) 373 721
Deskripsi
:
Wayang Golek adalah suatu seni pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu, yang terutama sangat populer di Jawa Barat.
Tiket
:
Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
CP / EO
:
(0274) 373 721
·         Setiap Kamis
PAGELARAN GAMELAN DAN SENDRATARI KLASIK
Kategori
:
Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga
Waktu
:
pukul 10.00 - 12.00 WIB
Tempat
:
KRATON YOGYAKARTA
Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia
Phone: (0274) 373 721
Deskripsi
:
Menyaksikan falsafah hidup orang Jawa melalui musik. Itulah yang akan didapatkan ketika menyaksikan pertunjukkan gamelan ditempat ini. Mendengarkan irama gamelan seperti mendengarkan alunan keselarasan yang menenangkan dan menentramkan jiwa.
www.yogyes.com/gamelan-show
Tiket
:
Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
CP / EO
:
(0274) 373 721
·         Setiap Jumat
FRIDAY NIGHT JAZZ NIGHT
Kategori
:
Seni, Kehidupan Malam, Hiburan
Waktu
:
pukul 20.00 WIB - selesai
Tempat
:
VIA VIA CAFE
Jl. Prawirotaman 30, Yogyakarta, Indonesia
Phone: (0274) 386 557
Deskripsi
:
Pertunjukan musik mingguan ini merupakan bagian dari ART SPACE, kegiatan seni yang diadakan Via-Via.
Tiket
:
Gratis
CP / EO
:
Via-Via Travelers Cafe and Restaurant
Phone: (0274) 386 557
·         Setiap Jumat
PAGELARAN SENI MACAPAT
Kategori
:
Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga
Waktu:
:
pukul 10.00 - 11.30 WIB
Tempat
:
KRATON YOGYAKARTA
Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia
Phone: (0274) 373 721
Deskripsi
:
Pementasan puisi Jawa yang diiringi oleh gamelan. Puisi ini dilantunkan seperti lagu yang memiliki aturan dan bentuk tertentu. Ada tujuh jenis lagu dalam macapat; seperti dhandang gula, sinom, asmarandana, dan kinanthi. Tiap-tiap lagu memiliki jumlah lirik dan bunyi yang disebut guru.
Tiket
:
Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
CP / EO
:
(0274) 373 721
·         Setiap Sabtu
PAGELARAN WAYANG KULIT
Kategori
:
Seni, Budaya, Hiburan, Keluarga
Waktu:
:
pukul 10.00 - 13.00 WIB
Tempat
:
KRATON YOGYAKARTA
Jl. Rotowijayan 1 Yogyakarta, Indonesia
Phone: (0274) 373 721
Deskripsi
:
Wayang kulit adalah mahakarya seni pertunjukan Jawa yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO. Seorang dalang memainkan wayang yang terbuat dari kulit kerbau di balik layar yang terbuat dari kain putih, sehingga para penonton hanya dapat melihat bayangannya saja. Itulah sebabnya pertunjukan ini dinamakan wayang, yang berasal dari kata "bayang". Daya tarik pertunjukan wayang kulit terletak pada kelincahan ki dalang memainkan berbagai tokoh wayang sekaligus dengan gerakan yang atraktif, mengubah karakter suara, berganti intonasi, melontarkan guyonan dan bahkan bernyanyi.
www.yogyes.com/wayang-kulit-show
Tiket
:
Acara ini gratis, kita hanya membayar tiket untuk masuk ke Kraton (Rp 5.000 untuk wisatawan lokal, Rp 12.500 untuk wisatawan mancanegara)
CP / EO
:
(0274) 373 721

Sabtu, 06 Oktober 2012

Perancang Lambang Republik Indonesia


http://jasadh.files.wordpress.com/2009/11/garuda-pancasila.jpg?w=272&h=297
SEPANJANG orang Indonesia, siapa tak kenal burung Garuda berkalung perisai yang merangkum lima sila (Pancasila). Tapi orang Indonesia mana sajakah yang tahu, siapa pembuat lambang negara itu dulu? Dia adalah Sultan Hamid II, yang terlahir dengan nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie, putra sulung Sultan Pontianak; Sultan Syarif Muhammad Alkadrie. Lahir di Pontianak tanggal 12 Juli 1913.
Dalam tubuhnya mengalir darah Indonesia, Arab –walau pernah diurus ibu asuh berkebangsaan Inggris. Istri beliau seorang perempuan Belanda yang kemudian melahirkan dua anak 
–keduanya sekarang di Negeri Belanda.
Syarif Abdul Hamid Alkadrie menempuh pendidikan ELS di Sukabumi, Pontianak, Yogyakarta, dan Bandung. HBS di Bandung satu tahun, THS Bandung tidak tamat, kemudian KMA di Breda, Negeri Belanda hingga tamat dan meraih pangkat letnan pada kesatuan tentara Hindia Belanda.
Ketika Jepang mengalahkan Belanda dan sekutunya, pada 10 Maret 1942, ia tertawan dan dibebaskan ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dan mendapat kenaikan pangkat menjadi kolonel. Ketika ayahnya mangkat akibat agresi Jepang, pada 29 Oktober 1945 dia diangkat menjadi Sultan Pontianak menggantikan ayahnya dengan gelar Sultan Hamid II. Dalam perjuangan federalisme, Sultan Hamid II memperoleh jabatan penting sebagai wakil Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) berdasarkan konstitusi RIS 1949 dan selalu turut dalam perundingan-perundingan Malino, Denpasar, BFO, BFC, IJC dan KMB di Indonesia dan Belanda. Sultan Hamid II kemudian memperoleh jabatan Ajudant in Buitenfgewone Dienst bij HN Koningin der Nederlanden, yakni sebuah pangkat tertinggi sebagai asisten ratu Kerajaan Belanda dan orang Indonesia pertama yang memperoleh pangkat tertinggi dalam kemiliteran.

Pada 21-22 Desember 1949, beberapa hari setelah diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio, Westerling yang telah melakukan makar di Tanah Air menawarkan “over commando” kepadanya, namun dia menolak tegas. Karena tahu Westerling adalah gembong APRA. Selanjutnya dia berangkat ke Negeri Belanda, dan pada 2 Januari 1950, sepulangnya dari Negeri Kincir itu dia merasa kecewa atas pengiriman pasukan TNI ke Kalbar – karena tidak mengikutsertakan anak buahnya dari KNIL. Pada saat yang hampir bersamaan, terjadi peristiwa yang menggegerkan; Westerling menyerbu Bandung pada 23 Januari 1950. Sultan Hamid II tidak setuju dengan tindakan anak buahnya itu, Westerling sempat di marah. Sewaktu Republik Indonesia Serikat dibentuk, dia diangkat menjadi Menteri Negara Zonder Porto Folio dan selama jabatan menteri negara itu ditugaskan Presiden Soekarno merencanakan, merancang dan merumuskan gambar lambang negara. Dari transkrip rekaman dialog Sultan Hamid II dengan Masagung (1974) sewaktu penyerahan file dokumen proses perancangan lambang negara, disebutkan “ide perisai Pancasila” muncul saat Sultan Hamid II sedang merancang lambang negara.

Dia teringat ucapan Presiden Soekarno, bahwa hendaknya lambang negara mencerminkan pandangan hidup bangsa, dasar negara Indonesia, di mana sila-sila dari dasar negara, yaitu Pancasila divisualisasikan dalam lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis M Yamin sebagai ketua, Ki Hajar Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Purbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada pemerintah. Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR RIS adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M Yamin ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari dan menampakkan pengaruh Jepang. Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan rancangan itu.


 Terjadi kesepakatan mereka bertiga, mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Tanggal 8 Februari 1950, rancangan final lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan final lambang negara tersebut mendapat masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan, karena adanya keberatan terhadap gambar burung garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam bukunya “Sekitar Pancasila” terbitan Dep Hankam, Pusat Sejarah ABRI menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS. Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih “gundul” dan “tidak berjambul” seperti bentuk sekarang ini. Inilah karya kebangsaan anak-anak negeri yang diramu dari berbagai aspirasi dan kemudian dirancang oleh seorang anak bangsa, Sultan Hamid II Menteri Negara RIS.
Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950. Penyempurnaan kembali lambang negara itu terus diupayakan. Kepala burung Rajawali Garuda Pancasila yang “gundul” menjadi “berjambul” dilakukan. Bentuk cakar kaki yang mencengkram pita dari semula menghadap ke belakang menjadi menghadap ke depan juga diperbaiki, atas masukan Presiden Soekarno. Tanggal 20 Maret 1950, bentuk final gambar lambang negara yang telah diperbaiki mendapat disposisi Presiden Soekarno, yang kemudian memerintahkan pelukis istana, Dullah, untuk melukis kembali rancangan tersebut sesuai bentuk final rancangan Menteri Negara RIS Sultan Hamid II yang dipergunakan secara resmi sampai saat ini.
Untuk terakhir kalinya, Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara di mana lukisan otentiknya diserahkan kepada H Masagung, Yayasan Idayu Jakarta pada 18 Juli 1974 Rancangan terakhir inilah yang menjadi lampiran resmi PP No 66 Tahun 1951 berdasarkan pasal 2 Jo Pasal 6 PP No 66 Tahun 1951. Sedangkan Lambang Negara yang ada disposisi Presiden Soekarno dan foto gambar lambang negara yang diserahkan ke Presiden Soekarno pada awal Februari 1950 masih tetap disimpan oleh Kraton Kadriyah Pontianak. Sultan Hamid II wafat pada 30 Maret 1978 di Jakarta dan dimakamkan di pemakaman Keluarga Kesultanan Pontianak di Batulayang.
Turiman SH M.Hum, Dosen Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak yang mengangkat sejarah hukum lambang negara RI sebagai tesis demi meraih gelar Magister Hukum di Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa hasil penelitiannya tersebut bisa membuktikan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang lambang negara. “Satu tahun yang melelahkan untuk mengumpulkan semua data. Dari tahun 1998-1999,” akunya. Yayasan Idayu Jakarta, Yayasan Masagung Jakarta, Badan Arsip Nasional, Pusat Sejarah ABRI dan tidak ketinggalan Keluarga Istana Kadariah Pontianak, merupakan tempat-tempat yang paling sering disinggahinya untuk mengumpulkan bahan penulisan tesis yang diberi judul Sejarah Hukum Lambang Negara RI (Suatu Analisis Yuridis Normatif Tentang Pengaturan Lambang Negara dalam Peraturan Perundang-undangan). Di hadapan dewan penguji, Prof Dr M Dimyati Hartono SH dan Prof Dr H Azhary SH dia berhasil mempertahankan tesisnya itu pada hari Rabu 11 Agustus 1999. “Secara hukum, saya bisa membuktikan. Mulai dari sketsa awal hingga sketsa akhir. Garuda Pancasila adalah rancangan Sultan Hamid II,” katanya pasti. Besar harapan masyarakat Kal-Bar dan bangsa Indonesia kepada Presiden RI SBY untuk memperjuangkan karya anak bangsa tersebut, demi pengakuan sejarah, sebagaimana janji beliau ketika berkunjung ke Kal-Bar dihadapan tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan anggota DPRD Provinsi Kal-Bar.**
Sultan Hamid II Pencipta Burung Garuda
Syarif Abdul Hamid Alkadrie yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak, Kalbar ini adalah pencipta Burung Garuda. Sultan Hamid juga orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer.
Pontianak: Nama Syarif Abdul Hamid Alkadrie memang kurang dikenal di Tanah Air. Padahal, tokoh nasional dari Pontianak, Kalimantan Barat ini adalah pencipta lambang negara Indonesia, Burung Garuda.
Selain pencipta lambang negara, Syarif yang bergelar Sultan Hamid Alkadrie II dan Sultan ke 8 Pontianak ini juga adalah orang Indonesia pertama yang berpangkat tertinggi di dunia militer, yaitu mayor jendral.
Sultan Hamid membuat lambang negara berdasarkan penugasan Presiden Sukarno pada 1950. Saat itu dia menjabat menteri tanpa porto folio. Rekannya, Muhammad Yamin sebenarnya juga membuat rancangan lambang negara, Namun, Sukarno akhirnya memilih rancangan Sultan Hamid. Setelah disempurnakan, gambar Burung Garuda diresmikan Sukarno sebagai lambang negara pada 10 Februari 1950.
Salinan sketsa Burung Garuda yang tersimpan di Keraton Kadriah, Pontianak ini menunjukkan proses pembuatan lambang negara sangat rumit hingga harus diubah berkali-kali.

Jumat, 05 Oktober 2012

Ini Bencana Besar Buat PNS yang Dipensiun Dini

Ini benar-benar kabar buruk sekaligus bencana bagi Anda yang adalah PNS tapi tidak berkualitas alias tidak tahu kerja alias tidak menguasai tugas pokok dan fungsinya. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) mengatakan, bagi setiap PNS yang terkena sanksi pensiun dini tidak akan diberikan pesangon. Apakah iya? Apakah semudah itu pelaksanaannya? Apakah tidak ada benturan dengan Undang-Undang yang ada? Tapi itulah pernyataan Deputi Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemenpan dan RB Ramli Effendi Naibaho. Ia mengatakan, tidak ada kompensasi pesangon yang diberikan ke PNS yang dipensiundinikan. Sebab, jika pemerintah menyediakan anggaran pesangon, semua PNS akan berlomba untuk meminta pensiun dini. Aaaahhhh, masak iya? Coba bikin survey, berapa banyak PNS yang mau pensiun dini?

Yaaaaa, lagi-lagi Naibaho mengatakan, bagi kementerian, lembaga, atau instansi yang formasi PNS sudah terlalu gemuk, Kemenpan dan RB akan mengirimkan surat imbauan untuk melakukan pensiun dini kepada PNS yang telah memenuhi syarat.
Sedangkan mengenai uji kompetensi yang akan digelar untuk PNS, Naibaho menjelaskan, pemerintah masih akan memberikan kompensasi bagi PNS yang tidak lulus. Menurutnya, PNS yang tidak lulus uji kompetensi tidak serta merta dipensiundinikan. Namun, Kemenpan dan RB meminta kepada masing-masing instansi untuk menawarkan dua solusi kepada PNS bersangkutan. Pertama, PNS yang tidak lulus, namun memiliki potensi yang bagus akan dididik kembali. Jika sudah dididik tetap saja tidak berkembang, akan ditawarkan pensiun dini.
Materi yang akan diujikan di antaranya tes inteligensia umum,kemampuan numerik dan logika, serta tes kepribadian umum. Sejak 2005 sudah ada tes kompetensi dasar. Karena dilakukan dengan tidak bersih, banyak penyimpangan yang terjadi. Karena itu, tahun ini Kemenpan dan RB masih mempercayai 10 PTN dengan system online.
Pengamat pemerintahan Andrinof Chaniago menilai, uji kompetensi merupakan langkah yang tepat yang diambil pemerintah. Namun, sebaiknya jika uji kompetensi ini dijadikan pemetaan kekosongan formasi PNS yang sesungguhnya berdasarkan keahlian yang dibutuhkan. Apalagi, sudah menjadi fakta bahwa PNS yang kompeten hanya 5% dari total 4,7 juta PNS yang ada saat ini.
Andrinof mengatakan, dari uji kompetensi itu,pemerintah juga akan mendapatkan tambahan tenaga fungsional yang akan ditempatkan di tempattempat strategis.”Banyak PNS yang salah tempat saat ini misalnya pejabat struktural yang tercermin dari latar belakang apa,namun memegang jabatannya apa. Misalnya kepala Bappeda yang biasa mengurus keuangan justru dari jurusan Fakultas Peternakan,”ungkapnya.
Dia juga menyarankan,Kemenpan dan RB tidak bertindak represif atau main paksa mempensiundinikan PNS yang tidak lulus uji kompetensi.Kesalahan bukan hanya pada PNS itu, tapi juga pada sistem perekrutan yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah harus menanggung tanggung jawab itu. Pemerintah harus mencari solusi yang moderat, PNS yang tidak lulus ini harus dibagi per kluster.
Andrinof mengusulkan tiga kluster untuk PNS tersebut yakni PNS yang harus belajar ulang sambil bekerja, PNS yang harus belajar penuh, dan kluster PNS yang siap-siap akan pensiun dini. Sebelumnya diberitakan, Wamenpan dan RB Eko Prasodjo menyatakan, pihaknya akan menggelar uji kompetensi PNS tahun depan.
Uji kompetensi baru akan dilakukan pada 12 provinsi.PNS yang tidak lulus akan dipaksa pensiun dini.Sedangkan yang lulus tetap diperbolehkan mengabdi pada negara. (sam-helo Tuban)

Sabtu, 29 September 2012

Subkontraktor Tak Dibayar, Pembangunan Pasar Besar Tuban Dihentikan

helo Tuban  - Terhitung sudah 10 tahun keberadaan pembangunan Pasar Besar Tuban (PBT) yang berada di Kelurahan Perbon, Kota Tuban masih belum bisa diselesaikan.

Pasalnya kontraktor dari pembangunan pasar besar itu belum melunasi pembayaran terhadap sub kontraktor yang mengerjakan pasar tersebut.

Sedikitnya 5 Cv yang menjadi sub kontraktor yang mengerjakan pembangunan pasar besar tersebut melakukan aksi unjuk rasa dengan menduduki pembangunan pasar tersebut.

Mereka menuntut kepada pihak PT Hutama Karya (HK) yang menjadi kontraktor utama dalam pembangunan pasar itu untuk melakukan pembanyaran uang yang masih belum terbayar, Jumat (28/09/2012). "Kita meminta kepada PT Hutama Karya untuk membayar semua tanggunangannya kepada kami, selama kami belum terbayar pembangunan belum bisa dilanjutkan," terang Sedan Margono, yang merupakan sub kontraktor yang mengerjakan pasar tersebut.

Margono menyatakan, selama ini tunggakan yang belum dibayar oleh PT Hutama Karya kepada 5 CV yang menjadi Sub kontraktor dalam pembangunan tersebut nilainya mencapai Rp 1,9 milyar. Dan itu sudah terhitung sejak tahun 2002 yang lalu. "Jumlah itu belum termasuk yang blok A dan blok B yang di kerjakan oleh Subkon dari luar Tuban. Kami meminta supaya segera dilakukan pembayaran, selama ini pihak PT HK hanya berjanji-janji saja," sambungnya.

Lima CV yang menjadi sub kontraktor dalam pembangunan Pasar Besar Tuban (PBT) yang belum terbayar tersebut adalah CV Bara Sakti, CV Bumi Tuban Jaya, CV Nusantara Putra, CV Putra Bengawan dan CV Mega Jaya. Mereka dalam waktu dekat akan mengadukan permasalahan tersebut kepada Pemkab Tuban dan DPRD Tuban

Kecewa, Pembeli Lapak Ancam Bakar Bangunan PBT

helo Tuban  - Sekitar 1.400 pedagang yang mengaku telah membeli lapak dan toko di Pasar Besar Tuban (PBT) mengaku kecewa atas mangkraknya pembangunan lanjutan pasar tersebut.

Pasalnya, dari 1.400 pembeli yang 55 persen telah melunasi pembayaran dan 44 persen masih taraf uang muka, mengaku sangat kecewa lantaran selama 10 tahun hanya menunggu kabar kapan lapak mereka bisa ditempati karena pembangunan yang tak kunjung kelar.

"Kalau memang pembangunan tidak bisa dilanjutkan karena kontraktor tidak punya uang, maka kami siap untuk membakar bangunan yang ada. Biar kita rugi sekalian dari pada tidak ada kejelasan," ujar Margono, salah satu pembeli kios di PBT itu, Jumat (28/9/2012).

Para pembeli mengaku, pada tahun 2001 dan 2002 lalu setiap kios di PBT dijual dengan harga Rp 5.200.000 dan untuk Los yang berukuran 2X2 meter, dijual dengan harga Rp 4.400.000.

"Total uang yang telah didapatkan oleh kontraktor senilai Rp 5,5 milyar, namun sampai saat ini pasar masih mangkrak," lanjut Margono, yang membeli 2 los di PBT.

Kini, mereka berharap pemerintah daerah juga ikut bertangungjawab atas permasalahan mangkraknya pembangunan pasar tersebut. Pasalnya para pembeli yakin untuk beli los dan kios di PBT itu karena awalnya juga diyakinkan oleh pihak pemerintah Kabupaten Tuban.

Dua anak Indonesia akan jadi maskot Liverpool

Anak Indonesia Akan Jadi Maskot Liverpool

Dua anak Indonesia akan jadi maskot Liverpool pada satu pertandingan di Stadion Anfield pada April-Mei 2013. Dua anak itu dipilih dari anak ataupun keluarga nasabah Standard Chartered Bank (SCB) Indonesia yang menyelenggarakan program undian "LFC Dream Mascot" sejak 24 September hingga 24 Desember 2012.

"Ini merupakan pengalaman yang jelas tak bisa dinilai dengan uang," kata Head of Consumer Banking SCB Indonesia Sajidur Rahman di Jakarta, baru-baru ini. Menurut Sajidur, program tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada nasabah dan keluarga agar mereka dapat merasakan pengalaman menyaksikan langsung laga Liverpool dan menjadikan putra atau putri mereka sebagai maskot skuat.

Sementara itu, Liverpool Sponsorship Manager dari SCB, Mark Davies menyebutkan kesempatan menjadi maskot LFC cukup langka dan tidak semua orang bisa mendapatkannya. Bahkan, kata dia, dari beberapa cabang SCB di Asia yang juga melakukan kampanye program berkaitan dengan Liverpool, hanya Indonesia yang menawarkan kesempatan menjadi maskot tim.

"Sejauh ini baru nasabah Indonesia yang memiliki kesempatan menjadikan anak-anaknya tampil sebagai maskot di Anfield," ujar Mark Davies. Ia juga menyebutkan bahwa program serupa yang menggandeng Liverpool banyak berhasil dalam meningkatkan transaksi di SCB di Asia.

Head of Secured Loan & CBT SCB Indonesia Jo Wijaya mengatakan pihaknya menargetkan ada penghimpunan dana dari transaksi seaktif mungkin dengan dilakukannya kampanye tersebut. "Bukan hanya penghimpunan dana, kami membayangkan bagaiamana memberikan rewards yang nilainya tak bisa dibeli dengan uang," 

Kegiatan Bung Karno Kala G30S/PKI versi Pengawal




TEMPO.COJakarta- Letnan Kolonel Polisi(Pur.) Mangil Martowidjojo merupakan eks Komandan Detasemen Kawal Pribadi dari Resimen Cakrabirawa. Kala kejadian penculikan serta pembunuhan tujuh jenderal revolusi, yang dikenal dengan Gerakan 30 September 1965, Mangil tengah bertugas mengawal Presiden Soekarno. Dalam Majalah Tempo edisi 6 Oktober 1984, berjudul Kisah-kisah Oktober 1965, Mangil membuka lagi ingatannya akan hari berdarah itu.

Pada 30 September 1965 malam, kata Mangil, Presiden Soekarno atau Bung Karno beragenda memberikan sambutan pertemuan Persatuan Insinyur Indonesia, di Senayan. Biasanya, di acara serupa banyak pejabat yang datang serta duduk pada bangku penting atau very important person (VIP). Tapi tidak begitu dengan Kamis malam itu. Tidak sedikit kursi VIP melompong. ”Bapak (Soekarno) kelihatan agak kecewa melihat itu,” kata Mangil.

Sekitar pukul 23.00, Bung Karno kembali ke Istana Merdeka. Dia mengganti baju kepresidenan dengan kemeja lengan pendek putih, celana abu, tanpa kopiah. Tak lama waktu yang ia perlukan. Hanya 20 menit, kemudian Bung Karno keluar Istana. Menggunakan mobil Chrysler hitam, berplat B 4747, Bung Karno melaju ke Hotel Indonesia. Di sana ia menjemput istrinya, Ratna Sari Dewi Soekarno.

“Bapak tetap di mobil. Ajudannya, Suparto yang menjemput menjemput Ibu Dewi,” kata Mangil. Dari Hotel Indonesia, mobil berjalan ke Wisma Yaso, kini Museum Satria Mandala di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Hari berganti. Pada 1 Oktober 1965, sekitar pukul 05.15, Mangil menerima telepon dari satu anggota Detasemen Kawal Pribadi yang bertugas di Wisma Yaso. Laporan si petugas, “Hubungan telepon keluar Istana diputus Telkom atas perintah militer.”

Mendapat kabar itu, Mangil bergegas pergi ke Wisma Yaso. Dalam waktu setengah jam ia sudah tiba di sana. Dan sekira jam 06.00, Mangil mendapat berita rumah Jenderal Abdul Haris Nasution dan Leimena ditembaki. 30 menit berlalu, Bung Karno keluar dari kamar. Ia masih mengenakan baju lengan pendek dan tanpa kopiah. “Bapak rupanya sudah dilapori soal penembakan itu,” ujar Mangil.

Kepada Mangil, Bung Karno meminta detail peristiwanya. Tapi yang ditanya tidak bisa menjawab. Pernyataan itu membuat Soekarno berang. Kemudian dia meminta saran apa yang harus dilakukannya. "Menurut kamu sebaiknya bagaimana?" kata Mangil menirukan pertanyaan Bung Karno. Mangil memberi saran Soekarno tetap tinggal di Wisma Yaso, “Atau pindah ke Istana." Atas saran Mangil, Soekarno pun beranjak ke Istana. Mereka berangkat dengan konvoi dan pengamanan ketat.

TEMUKAN PASANGAN MU, KLIK DISINI